Rabu, 10 Oktober 2018

ANALISIS MODEL KOMUNIKASI TERHADAP KEGIATAN BERDOA KEPADA ALLAH

ANALISIS MODEL KOMUNIKASI TERHADAP KEGIATAN

BERDOA KEPADA ALLAH


Disusun oleh :
DWI SUSANTI
NPM 2301160159
PROGRAM STUDI D-III PAJAK
DOSEN : EMAN SULAEMAN NASIM
UNTUK MEMENUHI TUGAS KOMUNIKASI BISNIS

KEMENTRIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN
POLITEKNIK KEUANGAN NEGARA STAN
TANGERANG SELATAN




Pembahasan 

Analisis Model Komunikasi terhadap Kegiatan Berdoa Kepada Allah

diunduh dari google.com
Doa menurut istilah adalah suatu permohonan atau permintaan dan ucapan dalam hati kepada Allah SWT sebagai tuhan semesta alam. Pada hakikatnya,sebagai seorang yang beriman,  ketika kita bersungguh-sungguh berdoa kepada Allah, kita percaya bahwa Allah itu nyata meskipun dza-Nya tak terlihat. Ketika berdoa, kita menyuarakan isi hati dan berbicara secara lisan kepada Allah. Kita mengatakan semua permohonan dan permintaan kepada Allah. Artinya, disaat kita memohon kepada Allah, sesungguhnya kita telah berkomunikasi dengan Allah. Karena kita percaya bahwa Allah benar-benar ada.
Kemudian titik permasalahannya terdapat pada pesan yang disampaikan oleh hamba yang sedang berdoa. Sampai sejauh mana kita yakin bahwa doa yang kita panjatkan didengar dan dikabulkan oleh Allah.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِى عَنِّى فَإِنِّى قَرِيبٌ‌ۖ أُجِيبُ دَعۡوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِ‌ۖ فَلۡيَسۡتَجِيبُواْ لِى وَلۡيُؤۡمِنُواْ بِى لَعَلَّهُمۡ يَرۡشُدُونَ
Artinya: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 186).
Berdasarkan ayat tersebut, Sesungguhnya Allah dekat dengan hambanya.  Pesan yang disampaikan oleh orang yang berdoa diterima/tersampaikan kepada Allah. Pada tahap ini Komunikator (hamba yang berdoa) telah memberikan pesan berisi pengharapan kepada Allah dan (Komunikan) Allah menerima pesan tersebut. Namun, apabila ditelaah lebih dalam, terdapat kalimat “, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran”. Artinya, respon Allah terhadap segala pesan permohonan dalam doa hambanya tergantung apa yang dilakukan oleh hambanya terhadap permintaan Allah.
Sebelumnya, Allah menyerukan perintahnya yang tertuang pada surat Al-Baqarah ayat 186 ini agar para hambanya untuk senantiasa memenuhi segala perintah-Nya dan hendaklah beriman kepada-Nya. Jadi, sebelum kita berdoa kepada Allah, Allah telah memberikan pesan kepada kita. Allah (komunikator) dan hamba-Nya (komunikan). Pesannya berupa isi dari ayat al-qur’an tersebut. Setelah itu kita memberikan respon terhadap isi pesan tersebut dan melaksanakannya. Sehingga, segala permohonan yang kita berikan kepada Allah ketika berdoa dikabulkan oleh Allah (respon dari komunikan).

Kesimpulannya, komunikasi antara hamba yang berdoa dengan Allah (Tuhannya) merupakan komunikasi dua arah yang saling terjadi secara terus-menerus dan saling bertanggung jawab serta terpengaruh oleh keadaan di masa lampau. Pernyataan ini dibuktikan dengan ketika kita berdoa memohon kepada Allah, agar dikabulkan oleh-Nya, kita juga harus bisa menjadi seorang hamba yang memenuhi perintah-Nya dan senantiasa beriman. Jadi tidak serta-merta Allah akan merespon apa yang kita doakan. Terdapat hubungan timbal balik yang berkelanjutan antara Allah dengan hambanya. Allah bisa menjadi komunikan dan komunikator, begitu pula dengan hambanya yang sedang berdoa. Jadi, orang yang berdoa kepada tuhan merupakan komunikasi transaksional.  

4 komentar:

USULAN PROGRAM EKSTENSIFIKASI DAN INTENSIFIKASI WAJIB PAJAK YANG DAPAT DILAKUKAN OLEH DJP SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PENERIMAAN PAJAK

USULAN PROGRAM EKSTENSIFIKASI DAN INTENSIFIKASI  WAJIB PAJAK  YANG DAPAT DILAKUKAN  OLEH  DJP SEBAGAI UPAYA  MENINGKATKAN  PENERIMAA...